Rabu, 11 September 2019

Tata Cara Melaksanakan Aqiqah dan Hukum Aqiqah

Tata Cara Melaksanakan Aqiqah dan Hukum Aqiqah. - Salah satu cara merayakan kelahiran bayi adalah dengan melakukan ibadah aqiqah.


Ibnu Qayyim Imam dalam bukunya Tuhfatul Maudud mengatakan bahwa Imam Jauhari berkata, "Aqiqah adalah penyembelihan hewan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi dan mencukur rambutnya." Secara umum, Aqiqah merupakan penyembelihan hewan ternak untuk anak yang baru dilahirkan.

Hukum Aqiqah
Imam Shaikh dan ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah sunah muakkad. Sunah muakkad yaitu sunah yang sangat dianjurkan, dan bahkan Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan sunah ini

"Setiap anak ditebus (dilindungi dari bahaya dan kerusakan) oleh aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberikan nama." (Riwayat  Ahmad dan at-Tirmizi dan Ibnu Majah)


Hukum pelaksanaan aqiqah untuk anak yang baru lahir adalah sunah muakkad dan sangat dianjurkan dalam Islam. Orang tua diharapkan untuk melakukan itu untuk anak yang baru lahir jika mereka memiliki kemampuan untuk melaksanakan sunah ini.

Tetapi jika seseorang bersumpah untuk melakukan aqiqah, hukum aqiqah ini akan menjadi wajib.

Hewan Aqiqah
Aqiqah adalah ibadah sunah yang dianjurkan pada tingkat dan waktu tertentu, tetapi ada fleksibilitas dalam tingkat dan waktu. Hewan untuk pelaksanaan ibadah aqiqah harus memenuhi persyaratan yang sama dengan hewan untuk melaksanakan ibadah kurban.

Hewan yang dipilih untuk melakukan ibadah aqiqah harus termasuk hewan ternak dengan kesehatan yang baik, tidak cacat, tidak buta, tidak hamil dan tidak terlalu kurus.

Aqiqah Anak Laki-Laki dan Aqiqah Anak Perempuan
Aqiqah yang baik untuk Anak laki-laki adalah dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan itu cukup satu kambing.

Namun, jumlah ini bukan persyaratan dan kewajiban bagi orang tua untuk menerapkan ibadah Aqiqah. Aqiqah bisa cukup satu ekor kambing untuk anak laki-laki jika sekiranya orang tua kurang mampu.

Kapan Waktu untuk Melaksanakan Aqiqah?
Waktu terbaik untuk melakukan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika tidak bisa dilakukan pada hari ketujuh, maka itu bisa dilakukan pada hari keempat belas. Jika belum, bisa dilakukan pada hari ke dua puluh satu.

Jika pada hari-hari itu tidak memungkinkan untuk melakukannya karena ketidakmampuan, aqiqah dapat dilakukan pada hari-hari lain. Tidak ada batasan usia tertentu bagi seseorang untuk melakukan ibadah aqiqah.

Namun, menurut Wahab az-Zuhaili dalam bukunya Fiqh al-Islami Wa Adilatuhu, aqiqah tidak dikhususkan untuk anak-anak kecil / bayi, orang tua juga dapat melakukan aqiqah untuk anak mereka yang sudah baligh karena tidak ada batas usia untuk melaksanakan aqiqah.

Untuk seseorang yang sudah menikah tetapi belum melakukan ibadah aqiqah, tidak masalah jika dia ingin melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri.

Perbedaan Aqiqah dan Kurban
Ada beberapa perbedaan antara aqiqah dan kurban. perbedaannya yaitu:
  1. Aqiqah hanya dituntut sekali dalam seumur hidup, sedangkan pelaksanaan ibadah kurban dilakukan setiap tahun, yaitu haji.
  2. Aqiqah adalah ibadah yang dapat dilakukan pada waktu tertentu, sedangkan kurban ibadah adalah ditentukan waktunya, yaitu pada Hari Tasyrik pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
  3. Daging aqiqah dibagikan dalam kondisi matang, sementara daging kurban dibagikan dalam kondisi mentah.
  4. Aqiqah ini adalah tanggung jawab orang tua, khususnya setelah orang tua dikaruniai seorang anak. Sedangkan ibadah kurban adalah ibadah untuk semua Muslim setelah diberikan rezeki.
Pembagian Daging Aqiqah
Daing hewan aqiqah harus dimemasak terlebih dahulu dengan sedikit rasa manis sebelum dibagikan. Ini juga berlaku untuk yang melakukan aqiqah nazar.

Setelah dimasak, daging kemudian diberikan kepada orang fakir miskin dan penerima yang layak, baik dengan mengantarkan makanan ke rumah mereka atau mengundang mereka untuk makan di rumah orang yang melakukan aqiqah.

Namun, akan lebih baik jika makanan itu dikirim ke rumahnya. Ini adalah salah satu perbedaan yang dapat dilihat dalam hal pembagian daging kurban dan aqiqah.

Bagi orang yang melakukan aqiqah, sunah untuk memakan sebagian daging aqiqah tersebut, asalkan aqiqah itu bukan aqiqah nazar.

Daging aqiqah yang diberikan kepada umat Islam disebut sedekah, sedangkan yang diberikan kepada non-Muslim disebut hadiah.

Syarat sah melakukan Aqiqah:
  1. Niat saat menyembelih hewan aqiqah
  2. Binatang berkaki empat seperti kambing, domba, sapi, kerbau dan unta.
  3. Memenuhi persyaratan penyembelihan.
  4. Tidak terdapat cacat pada hewan, baik cacat luar maupun dalam.
  5. Penyembelihan aqiqah dilakukan pada saat hari ketujuh setelah kelahiran atau kapan saja sebelum anak tersebut baligh. Jika sudah baligh, aqiqah merupakan tanggung jawab seorang anak untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri.
  6. Hewan-hewan yang akan disembelih sudah cukup umur.
Kenapa kita harus melaksanakan Aqiqah?
Melakukan aqiqah merupakan salah satu tanda syukur setelah kita diberikan anak. Anak merupakan rezeki dan penerus keturunan bagi kita. Maka dari itu, kita harus bersyukur bahwa kita telah diberkati seorang anak.

Aqiqah juga mengamalkan nilai-nilai sedekah. Ini sesuai dengan makna hadis yang berbunyi: "Ketika kematian anak Adam terputus semua amalan kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak saleh." (Riwayat Muslim)

Cara terbaik untuk melakukan aqiqah untuk seorang anak adalah dengan melakukan persiapan serta menabung sejak istri sudah diketahui hamil. Ini akan memudahkan kita untuk melakukan ibadah aqiqah jika anak tersebut sudah lahir.
Baca Juga