Selasa, 27 Agustus 2019

Cara Mengajari Anak Memanajemen Keuangan

Manajemen keuangan seharusnya sudah diajarkan sejak kecil. Tetapi hingga hari ini tidak ada lagi pelajaran manajemen keuangan formal untuk anak-anak. Namun, kita tidak perlu menyalahkan sistem pembelajaran karena manajemen keuangan juga dapat diajarkan di rumah oleh orang tua kita sendiri.

Tetapi sebelum mendidik anak-anak, orang tua sendiri harus bijaksana dalam manajemen keuangan setidaknya dalam hal penganggaran dan pengelolaan keuangan pribadi.


Manajemen keuangan merupakan salah satu topik besar. Belajar manajemen keuangan anak-anak bukan tentang membuat mereka kaya di masa depan atau membuat mereka kaya secara finansial, melainkan tentang memberikan dukungan keuangan untuk anak-anak kita ketika mereka tumbuh dewasa.

Apa tujuan mengajar manajemen keuangan terhadap anak-anak?
  • Mereka tumbuh menjadi melek finansial
  • Mereka tidak membuat kesalahan besar dalam keuangan
  • Mereka bisa menghargai apa yang ada di sekitar mereka
Baiklah

Bagaimana kita mau mengajar anak-anak tentang manajemen keuangan di rumah? Artikel ini akan menjelaskan 8 cara mudah untuk berlatih sehingga anak-anak kita lebih sadar akan manajemen keuangan. Anda dapat mulai mengajar anak Anda tentang keuangan saat usia 3 atau 4 tahun atau disaat mereka dapat memahami apa yang dikatakan orang tua.

1.Belajar menabung
Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengajar manajemen keuangan anak adalah pentingnya menabung. Kita harus mengajari anak-anak cara menabung dan juga menjelaskan pentingnya menabung. Ini penting untuk memastikan anak-anak kita mengerti mengapa mereka perlu menabung.

2. Tujuan
Keberhasilan tidak dapat dicapai tanpa tujuan. Ketika itu tercapai, itulah yang disebut kesuksesan. Hal yang sama berlaku untuk keuangan. Ajari anak Anda untuk memiliki tujuan finansial. Contoh tujuan jangka pendek adalah liburan, pakaian, dll.

Pada saat yang sama mereka perlu berusaha untuk mencapai tujuan itu. Jika mereka ingin membeli sesuatu, mereka perlu menabung untuk mendapatkannya.

3. Mengetahui murah dan mahal
Jika anak Anda meminta sesuatu, jelaskan terlebih dahulu harga barang tersebut. Saat membeli barang untuk anak-anak, jelaskan harganya kepada anak. Katakan konsepnya murah dan mahal. Apa gunanya membeli barang yang lebih murah, dll

4. Jelaskan tentang Kebutuhan dan Keinginan
Anak-anak sering meminta sesuatu yang tidak mereka butuhkan atau sudah miliki di rumah. Anak Anda mungkin tidak mengerti ketika Anda menjelaskan, sehingga Anda dapat berlatih terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan, sambil menjelaskan kepada anak Anda mengapa Anda membuat keputusan itu.

5. Belajarlah untuk Berhemat
Hal berikutnya yang perlu Anda perkenalkan kepada anak Anda mengenai manajemen keuangan adalah berhemat. Ada banyak hal sehari-hari yang dapat kita lakukan untuk membantu anak-anak memahami konsep penghematan .

Salah satu contohnya adalah situasi ketika mereka mandi. Sebagian besar anak suka bermain air dan membiarkan air mengalir tanpa menggunakannya dengan benar. Orang tua harus selalu menyarankan anak mereka untuk menghemat air. Orang tua dapat menggunakan alasan tagihan air yang tinggi, limbah dan sebagainya untuk memberi anak-anak mereka pemahaman tentang konsep penghematan. 

6. Pelajari Tentang Hutang
Anak kecil mungkin tidak mengerti hutang. Belajar tentang hutang dapat dimulai dengan menjelaskan konsep 'hutang untuk membayar' dan 'menghindari hutang' kepada seorang anak. Ini secara tidak langsung akan memberi mereka pengantar tentang utang.

7. Ajarkan kesabaran
Kesabaran mungkin tidak secara langsung terkait dengan manajemen keuangan. Tetapi orang tua perlu mengajar anak mereka bahwa tidak semua hal mudah didapat. Biarkan mereka mencoba menyelesaikan sesuatu. Dan untuk mencapainya membutuhkan kesabaran.

8. Belajarlah untuk Berbagi
Berbagi juga merupakan salah satu teknik yang paling hemat biaya. Sesekali beli sesuatu untuk dibagikan dengan anak-anak Anda.

Semua hal di atas harus selalu dipraktikkan agar selaras dengan jiwa anak kita. Dan semoga, seiring bertambahnya usia, mereka akan menjadi lebih sadar akan lingkungan dan manajemen keuangan mereka.
Baca Juga