Peluang bisnis baru, beternak semut jepang, mudah, murah, dan menyehatkan

Cara budidaya semut jepang Seperti apakah bentuk semut jepang itu? Kenapa diberi nama semut jepang? Dan bagaimana cara membudidayakannya? Semua akan dibahas secara tuntas dalam artikel ini.
Sumber : www.Daihatsu.co.id
Sobat-sobat di rumah, semut jepang ialah salah satu jenis serangga berbentuk mungil yang termasuk dalam golongan tenebrio dan tribolium (ordo coleoptrea). 

Sedangkan istilah semut jepang sendiri, merujuk pada berbagai sumber yang saya dapatkan sebab semut ini diperkirakan berasal dari Negeri Matahari Terbit (Jepang). Di Negara aslinya tersebut hewan ini memiliki sebutan “Ari”, yang berarti serangga kesetiaan.

Namun sampai saat ini belum ada bukti yang kuat yang menyatakan bahwa semut ini memang benar-benar berasal dari Jepang. (Dyah Puspita, 2015, http://health.liputan6.com.

Ciri-ciri dan karakteristik semut jepang :
  • Hidup berkoloni atau berkelompok.
  • Senang dan sangat cepat bereproduksi.
  • Ruas badannya lebih besar dari ruas kepalanya.
  • Ukuran tubuhnya relatif kecil, hanya dalam hitungan millimeter saja.
  • Memiliki sayap di tubuhnya, tetapi tidak bisa terbang.
  • Memiliki empat fase perubahan fisik (metamorphosis) dari telur hingga dewasa.
  • Memiiki badan yang keras.
  • Memiliki tiga pasang kaki dan sepasang antena.
Manfaat dan khasiat semut jepang :
  • Meringankan penyakit jantung.
  • Mengatur tekanan darah.
  • Mengatur kadar kolesterol.
  • Mengatasi penyakit asam urat.
  • Meringankan penyakit hati (liver).
  • Hingga mampu membantu mengobati penyakit stroke.
Terkait dengan manfaat dan khasiat semut jepang yang telah disebutkan di atas, belum tentu menjamin 100% akan kebenarannya, karena memang belum ada sumber yang menunjukan hasil uji laboratorium kandungan dari semut jepang, dan reaksinya terhadap penyakit-penyakit tersebut.

Namun dari pengalaman sebagian masyarakat, dimana setelah mengonsumsi lima ekor semut jepang perharinya, mereka merasakan manfaatnya berupa tubuh yanh terasa lebih bugar, dan keluhan pusing yang sering datang kini sudah tidak terasa lagi.

Begitu juga dengan testimoni dari orang tua, kerabat, dan beberapa tetangga mereka yang telah mencoba khasiat dari semut jepang ini seiring dengan pengonsumsian yang teratur setiap harinya.

Nah, dari fenomena itulah yang mendorong saya untuk terjun kedalam pembudidayaan semut jepang. Setelah berjalan selama empat bulan, hasilnya sungguh luar biasa. Dari jumlah awal yang hanya 50 ekor, kini sudah mencapai ratusan bahkan ribuan ekor semut jepang yang siap dikonsumsi. Alhasil kini budidaya semut jepang yang saya jalani sangat bermanfaat dan menguntungkan karena selain khasiatnya, harganya pun sangat menjanjikan.

Dari pengalaman yang saya lalui, dapat disimpulkan bahwa, budidaya semut jepang ini sangatlah mudah dan murah, ditambah lagi dengan manfaat dan khasiatnya yang terbukti ampuh bagi kesehatan.

Tips-tips dan Langkah Budidaya Semut Jepang :

  • Siapkan sejumlah induk semut jepang (minimal 20 ekor, lebih banyak lebih baik). Sobat-sobat dirumah bisa membelinya di media jual beli online (Rp.500,00 – Rp.2000,00 per ekornya), atau dari media maupun kerabat dekat yang punya bibit semut jepang.
  • Siapkan wadah yang terbuat dari plastik  (bisa dengan memakai toples bekas makanan, atau bisa dengan wadah bekas  yang lainnya.
  • Buat beberapa lubang kecil kurang dari 1/2 cm pada tutup wadah yang sobat pakai (bisa dengan menggunakan paku).
  • Masukan beberapa helai kapas ke dalam wadah (usahakan jangan terlalu banyak, karena dapat mengembang kapan saja).
  • Masukan satu-persatu semut jepang kedalam wadah yang sudah disediakan.
  • Masukan potongan ragi tape ke dalam wadah. Satu potong ragi tape, cukup untuk memenuhi kebutuhan makan semut jepang hingga satu minggu. Kalau ragi tape, sobat bisa mendapatkannya di took-toko beras terdekat.
  • Jemurlah wadah yang berisi semut jepang dibawah sinar matahari pagi.
  • Tunggu sampai 2-3 minggu, maka akan muncul telur dan larva (berbentuk ulat).
  • Setelah tumbuh dewasa, pisahkan kedalam wadah yang lain agar pertumbuhan dan perkembangan telur dan larva tidak terganggu nantinya.
  • Pada minggu ke-empat biasanya larva akan mulai berubah menjadi semut muda, dan siap dipanen.
Selanjutnya, bagi sobat-sobat yang ingin mengonsumsi semut jepang, harus diperhatikan dosisnya dan jangan terlalu banyak, cukup 3-8 ekor per hari secara rutin. Untuk cara mengonsumsinya sendiri, bisa dimasukan kedalam kapsul yang kosong, atau dicampur dengan makanan atau minuman.

Kalau saya pribadi, biasanya dikonsumsi dengan roti cokelat dan susu jahe. Jangan lupa baca basmalah agar dapat terasa manfaat dari semut jepang ini.