Khamir

    
    Khamir sendiri termasuk kedalam golongan fungi, namun dibedakan dari kapang karena bentuknya yang terutama uniseluler. Reproduksi vegetatif pada khamir terutama dengan cara pertunasan. Sebagai yang bersel tunggal, khamir akan tumbuh dan berkembang biak lebih cepat dibandingkan dengan kapang yang tumbuh dengan pembentukan filamen. Khamir juga lebih efektif dalam hal memecah komponen kimia dibandingkan dengan kapang, sebab mempunyai perbandingan luas permukaan dengan volume yang lebih besar.
    Khamir sendiri berbeda dengan ganggang karena tidak dapat melakukan proses fotosintesis, dan berbeda lagi dengan protozoa karena mempunyai dinding sel yang tegar. Khamir akan mudah dibedakan dengan bakteri karena ukurannya yang lebih besar dan morfologinya yang sangat berbeda.
    Khamir pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan sifat-sifat fisiologinya dan tidak ada batas perbedaan morfologinya seperti halnya pada kapang. Beberapa jenis khamir tidak membentuk spora dan digolongkan kedalam jenis fungi imperfekti dan jenis yang lainnya membentuk spora seksual sehingga akan digolongkan kedalam ascomycetes dan basidiomycetes.
Sumber :
( Srikandi Fardiaz , Mikrobiologi pangan 1 , 1992 )